(Lanjutan)

 

    Macam yang ke-5 : Membagi waktu-waktu malam dan siangnya, mengoptimalkan usianya yang ada dengan sesuatu yang bermanfaat, karena waktu yang telah lalu tidak lagi nilainya.

Kemudian beliau memaparkan waktu-waktu terbaik untuk belajar.

    Waktu terbaik untuk menghafal adalah jam-jam sahur, untuk belajar pagi hari, untuk kegiatan menulis siang hari, dan untuk menelaah dan belajar pada malam hari

  Macam yang ke-6 : Di antara faktor pendukung terbesar untuk tahan tetap keep going straight dalam belajar dan pemahaman, juga tidak bosan adalah sedikit makan (meski makanan halal). Mengapa? Karena banyak makan mengundang untuk banyak minum, banyak minum mengundang rasa ingin tidur dan kebodohan, akal cetek, lemah, dan malas fisik. Yang demikian dalam pandangan syariat pun makruh (dibenci).

    Macam yang ke-7 : Wara’ (bersikap mawas dari perkara haram dan syubhat) dalam segala aspek kehidupannya. Memastikan kehalalan makanan, minuman pakaian, tempat tinggal dan semua kebutuhannya dan keluarganya, agar supaya hatinya tercerahkan, dan mudah dalam menerima ilmu.

Comments

Popular posts from this blog

Berfikir Berkarya Berbagi

Al-Azhar I'm Coming to You (bagian 1)