Al-Azhar I'm Coming to You (bagian 1)


Awal yang terlalu berani ketika menginginkan kuliah di luar negeri. Ketika duduk di bangku MAN 1 Pringsewu muncul percikan-percikan ide pertanyaan dalam benak “mau melanjutkan studi di mana ya diriku ?”. Pikiranku melayang ke luar negeri tidak ada keinginan untuk kuliah di Indonesia. Tujuannya kalau tidak ke negeri eropa ya timur tengah.  Walaupun aku sadar dengan kempuan bahasaku yang seadanya alias pas pasan.
                Di segi bahasa sebenarnya aku lebih unggul dalam bahasa Inggris hal ini yang menjadi pertimbanganku untuk kuliah di Inggris atau Australia kala itu. Tapi di sisi lain aku belajar di pondok dan mengenyam pendidikan di pondok tidak menjamin kualitas bahasa arabku baik. Tapi maklumat tentang agama membuatku ingin tahu lebih dalam tentang Islam. Ilmu tentang Islam seringkali membuatku terangguk angguk keheranan baru sadar. Kira-kira begini kata batin (oh iyaiya... oh iyaya).
Aku tidak ingin kegelisahanku akan cita cita ini aku tanggung sendiri. Aku bermaksud curhat konsultasi ke Pak Kyai. Suatu hari ketika Shalat Dzuhur selesai, diam-diam aku buntuti Pak Kyai. Derap langkahnya yang imut memudahkanku mengejarnya untuk meminta konsultasi menanyakan tentang perihal ini. Di perjalanan sambil berjalan kita ngobrol tentang kuliah di timur tengah. Beliau merespon positif. Dan sesekali beliau menyebut universitas-universitas pilihan di timur tengah dan memberi masukkan dan nasehat dalam wejangannya.

Aku mantapkan diri untuk timur tengah dengan pilihan Al Azhar University. Ia adalah universitas tertua di dunia. Mengeluarkan banyak ulama dengan kredibelitas baik di bidangnya. Fatwa-fatwa ulamanya menjadi rujukan problema umat Islam dunia. Letaknya sendiri di Mesir salah satu sumber peradaban dunia Islam. Serta banyak sejarah yang terjadi di sana dari nabi nabi. Maka dari itu disebut negeri para nabi.
Kenyataan tak semulus bayangan
Faktanya masih banyak hal yang harus di kuasai. Suatu hari aku dipanggil Bu Siti Aminah seorang guru BK. Beliau menanyaiku tentang rencana kuliahku “ kenapa kamu tidak mendaftar. Kamu mau kuliah di mana ? “ tanya beliau sambil melihatkan daftar nama siswa dan universitas tujuannya. Ketika itu memang sedang ubresnya para siswa MAN 1 Pringsewu untuk program SNMPTN dan BIDIK MISI begitu juga sebagian guru bertugas merangkap berkas-berkas yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan. “ Saya ingin Al Azhar ,Bu .” jawabku pelan karena malu jika terdengar orang lain.

Benar saja beliau meragukan cita-cita dan mempertanyakan kesiapanku. Tanpa berprasangka buruk terhadapnya aku pun langsung “tengok ke dalam “. Merasa diri belum siap karena materi tes yang diujikan adalah Bahasa Arab dan hafalan beberapa juz Al Quran.

Comments

Popular posts from this blog

Berfikir Berkarya Berbagi